Assalaamu’alaikum…

Assalaamu’alaikum…

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (١)الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٢)الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (٣)مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (٤)إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (٥)اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (٦)صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ (٧) 

1. Me emrin e All-llahut, Mëshiruesit, Mëshirëbërësit!

2. Falënderimi i takon All-llahut, Zotit të botëve!

3. Mëshiruesit, Mëshirëbërësit!

4. Sunduesit të Ditës së Gjykimit (përgjegjësisë-shpërblimit)!

5. Vetëm Ty të adhurojmë dhe vetëm te Ty kërkojmë ndihmë!

6. Udhëzona (përforcona) në rrugën e drejtë!

7. Në rrugën e atyre, të cilët i begatove me të mira, jo në të atyre që kundër veti tërhoqën hidhërimin, e as në të atyre që e humbën veten!

 به نام خداوند بخشنده بخشايش‌گر (1)ستاييها، مخصوص خداوندي است كه پروردگار جهانيان است. (2)(خداوندي كه) بخشنده و بخشايش‌گر است (و رحمت) عام و خاصش هم‏اكنون را فرا گرفته). (3)(خداوندي كه) مالك روز جزاست. (4)(پروردگارا!) تنها) تو را مي‏نوشند. و تنها) از تو ياري مي‏بست، (5)ما را به راه راست هدايت كن… (6)راه كساني كه آنان، را مشمول نعمت خود ساختيد، نه كساني كه بر آنان، غضب كرده‏اند؟!» و نه گمراهتر! (7) 

1. Au nom d’Allah, le Tout Miséricordieux, le Très Miséricordieux.

2. Louange à Allah, Seigneur de l’univers.

3. le Tout Miséricordieux, le Très Miséricordieux,

4. Maître du Jour de la rétribution.

5. C’est Toi [Seul] que nous adorons, et C’est Toi [Seul] dont nous implorons secours.

6. Guide-nous dans le droit chemin,

7. le chemin de ceux que Tu as comblés de faveurs, non pas de ceux qui ont encouru Ta colère, ni des égarés. [0][0] 

1. Im Namen Allahs, des Allerbarmers, des Barmherzigen

2. Alles Lob gebührt Allah, dem Herrn der Welten ,

3. dem Allerbarmer, dem Barmherzigen ,

4. dem Herrscher am Tage des Gerichts!

5. Dir (allein) dienen wir, und Dich (allein) bitten wir um Hilfe.

6. Führe uns den geraden Weg ,

7. den Weg derer, denen Du Gnade erwiesen hast, nicht (den Weg) derer, die (Deinen) Zorn erregt haben, und nicht (den Weg) der Irregehenden. 

1. dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang[1].

2. segala puji[2] bagi Allah, Tuhan semesta alam[3].

3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

4. yang menguasai[4] di hari Pembalasan[5].

5. hanya Engkaulah yang Kami sembah[6], dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan[7].

6. Tunjukilah[8] Kami jalan yang lurus,

7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.[9] 

[1] Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah. Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang Ar Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah Senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.

[2] Alhamdu (segala puji). memuji orang adalah karena perbuatannya yang baik yang dikerjakannya dengan kemauan sendiri. Maka memuji Allah berrati: menyanjung-Nya karena perbuatannya yang baik. lain halnya dengan syukur yang berarti: mengakui keutamaan seseorang terhadap nikmat yang diberikannya. kita menghadapkan segala puji bagi Allah ialah karena Allah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji.

[3] Rabb (tuhan) berarti: Tuhan yang ditaati yang Memiliki, mendidik dan Memelihara. Lafal Rabb tidak dapat dipakai selain untuk Tuhan, kecuali kalau ada sambungannya, seperti rabbul bait (tuan rumah). ‘Alamiin (semesta alam): semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti: alam manusia, alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. Allah Pencipta semua alam-alam itu.

[4] Maalik (yang menguasai) dengan memanjangkan mim,ia berarti: pemilik. dapat pula dibaca dengan Malik (dengan memendekkan mim), artinya: Raja.

[5] Yaumiddin (hari Pembalasan): hari yang diwaktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalannya yang baik maupun yang buruk. Yaumiddin disebut juga yaumulqiyaamah, yaumulhisaab, yaumuljazaa’ dan sebagainya.

[6] Na’budu diambil dari kata ‘ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.

[7] Nasta’iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti’aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.

[8] Ihdina (tunjukilah kami), dari kata hidayaat: memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.

[9] Yang dimaksud dengan mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam. 

1. Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

2. Segala puji tertentu bagi Allah, Tuhan Yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam.

3. Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

4. Yang Menguasai pemerintahan hari Pembalasan (hari Akhirat).

5. Engkaulah sahaja (Ya Allah) Yang Kami sembah, dan kepada Engkaulah sahaja Kami memohon pertolongan.

6. Tunjukilah Kami jalan Yang lurus.

7. Iaitu jalan orang-orang Yang Engkau telah kurniakan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) orang-orang Yang Engkau telah murkai, dan bukan pula (jalan) orang-orang Yang sesat. 

1. С именем Аллаха Милостивого, Милосердного

2. Хвала Аллаху, Господу миров,

3. Милостивому, Милосердному,

4. Властелину Дня воздаяния!

5. Тебе одному мы поклоняемся и Тебя одного молим о помощи.

6. Веди нас прямым путем,

7. путем тех, кого Ты облагодетельствовал, не тех, на кого пал гнев, и не заблудших. 

1. In the name of Allah, Most Gracious, Most Merciful.

2. Praise be to Allah, the Cherisher and Sustainer of the worlds;

3. Most Gracious, Most Merciful;

4. Master of the Day of Judgment.

5. Thee do we worship, and Thine aid we seek.

6. Show us the straight way,

7. the way of those on whom Thou hast bestowed Thy Grace, those whose (portion) is not wrath, and who go not astray. 

1. In the Name of Allâh, the Most Beneficent, the Most Merciful.

2. All the praises and thanks be to Allâh, the Lord of the ‘Alamîn (mankind, jinns and All that exists).

3. the Most Beneficent, the Most Merciful.

4. the Only Owner (and the Only Ruling Judge) of the Day of Recompense (i.e. the Day of Resurrection) 

. You (Alone) we worship, and You (Alone) we ask for help (for each and everything).

6. Guide us to the Straight Way

7. the Way of those on whom You have bestowed Your Grace, not (the way) of those who earned Your Anger (such as the Jews), nor of those who went astray (such as the Christians). 

Wassalaamu’alaikum…

2 Tanggapan

  1. Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

  2. […] Assalaamu’alaikum… Assalaamu’alaikum… […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: