Diskusi Ahli di Tremas

Kamis, 3 April 2008 saya mendapat undangan untuk menjadi salah satu nara sumber pada Diskusi Ahli di Pondok Pesantren Tremas di Pacitan. Rabu sore, saya sudah tiba di Pacitan di Hotel Permata 1 jl Gatot Subroto. Awalnya saya agak buta dengan kota Pacitan, apalagi jalan apa gitu…Tetapi dengan bantuan Google Earth sebelum saya berangkat saya melihat bahwa hotel Permata 1 di jalan Gatot Subroto, arahnya sedikit ke timur laut dari Terminal kota Pacitan.

Benar, setelah tiba di Pacitan, langsung menuju ke lokasi tanpa hambatan. Lalu semalam menginap dan transit di Hotel ditemani pak Agus sebagai driver. Jamaah shubuh di Masjid Darul Falah Pacitan, dan jam 8 pagi meluncur ke PP Tremas bersama rombongan dari Depkominfo yang juga sudah semalam transit di tempat yang sama.

Acara di Tremas diikuti oleh 10 pesantren yang keseluruhan sebagai nara sumber, sebagian pengasuh Tremas, dan para akademisi dari MMTC. Sebelum mulai, dilakukan ramah tamah dengan shohibul bait.

Nara Sumber berasal dari 9 Pesantren: Gontor-Ponorogo, Lirboyo-Kediri, Langitan-Tuban, Tebu Ireng-Jombang, Pandanaran Yogya, Sobron Solo, Assalaam Solo, Tremas Pacitan, Al-Hikam Malang, dan dari LKis Yogyakarta.

Diskusi Ahli yang sudah biasa dilaksanakan oleh Depkominfo kali ini membahas tentang Dampak kehadiran Teknologi Informasi dan Komunikasi di Pesantren.

Diskusi dibuka oleh Staf Ahli Menkominfo bidang SosBud dan Permas, Prof. Dr. Musa Asy’arie. Diskusi ada dua sessi, masing-masing menampilkan Prof. Dr. Tadjoer Rijal Baedoeri, M.Pd, dari Darul Ulum Jombang, K. Hizbullah dari IAPT dan para Nara Sumber, serta sessi dua oleh Prof. Dr. Budi Murtiyasa, M.Kom, dari UMS, Hairus Salim, M.Hum, dari LKiS Yogyakarta serta Para Nara Sumber.

Peserta dan Nara Sumber dari berbagai Pesantren

Diantara masalah yang menjadi pembahasan pada diskusi kali ini adalah tentang pornografi di media TIK, Undang-undang penyiaran dan masalah yang terkait dengan perkembangan TIK akhir-akhir ini.

K. Hizbullah sebagai ketua IAPT mengusulkan diadakannya Jaringan Pesantren, sehingga antar Pesantren bisa saling memberikan informasi khususnya perkembangan TIK. Selama ini, tremas sulit berkembang TIKnya, karena komunikasi antar Pesantren yang sudah dan belum menguasai TIK belum terjalin dengan baik. Lebih jauh beliau mencontohkan, Tremas yang tahun 2006 telah mendapatkan bantuan dari Menkominfo seprangkat komputer dan acces point, hingga kini belum digunakan dengan optimal.

Pernyataan ketua Ikatan Alumni Pondok Tremas ini dikuatkan oleh Gus Hakim, bahwa sekarang ini para Kyai di Tremas baru bisa klik sementara para santri belum. Seluruh komputer di Tremas telah terkoneksi antar asrama dan asrama lainnya, namun belum ada program yang teraplikasi semisal data base santri.

Pernyataan menarik adalah yang disampaikanPak Bayu Sugengdari UNY yang menyatakan keberatannya bila TIK di terapkan, sementara kultur membaca belum menjadi kebiasaan kita. Beliau mencontohkan, bahwa sekarang ini berdasarkan penelitiannya, sebagian besar mahasiswa di Yogyakarta, kalau ke internet hanya sekedar menonton video dan main game, paling sedikit yang membaca danmencari data, apalgi yang mau dan mampu menulis.

Diskusi di akhiri dengan do’a yang dimpimpin oleh shohibul bait, dilanjutkan berfoto bersama. Semoga kehadiran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi di Pesantren benar2 membawa dampak yang positif kendati pasti ada negatifnya. Tugas para pengasuh Pesantrenlah yang harus membentengi dan mengawasi atau menyitir bahasa Gus Hakim, menjadi gawang bagi anak didik kita semua.

Al-Muhafadloh ‘ala al qodiim ash-sholih, wa al-akhdlu bi al-jadiid al-ashlah…demikian kesimpulan Diskusi Ahli tentang Dampak Kehadiran Teknologi Informasi dan Komunikasi di Pesantern kali ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: