Mudir jeguk ‘kembar’ Santriwati

MudirSelasa (22/4) bertepatan dengan hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional santri kelas VI, santriwati unit Takhasus, MA, SMA dan SMK mengadakan kegiatan out door di lapangan Ngesrep Boyolali. Kegiatan ini direncanakan berlangsung Selama tiga hari dari tanggal 22-24 April 2008. Dalam kesempatan ini, Mudir didampingi Wadir melakukan kunjungan untukmelihatdaridekat kegiatan santriwati di lapangan terbuka, di Ngesrep Boyolali.

Di sela-sela kegiatan para santriwati, Mudir PPMI Assalaam, Drs. H. Ma’ruf Rahmat beserta jajarannya mengadakan kunjungan dan menjadi imam shalat Magrib serta memberikan taushiyah tujuh menit. Shalat magrib berjamaah dilakukan di tengah-tengah lapangan beratap langit, berselimut udara yang sangat dingin apalagi langit terlihat mendung. Sesekali terdengan derungan pesawat terbang karena daerah ini sangat dengan Bandara Adisucipto.

sholat di kembar

Mudir menjadi Imam sholat maghrib berjamaah

Dalam tausiyahnya, setelah menycapkan syukur atas karunia Allah SWT dan bershalawat dan salam, Mudir menyampaikan bahwa pertama, kegiatan ini merupakan kegiatan yang sudah dipersiapkan dengan sebaik-baiknya dalam rangka menggembleng kedisiplinan dan kepribadian para santri. Kedua, mudir meminta semua peserta untuk menjunjung tinggi disiplin dan ketaatan kepada semua tata tertib yang ada serta senantiasa taat kepada setiap arahan dan perintah para Pembina dan ustadzah.

Ketiga, mudir meminta semua peserta kemah baik para santri maupun ustadzah untuk tetap sabar menghadapi semua peristiwa yang mungkin terjadi termasuk kemungkinan terjadinya hujan. Mudir menambahkan bahwa kalau hujan terjadi, diharapkan para santri bisa bernaung di kelas-kelas sekolah, tetapi semoga dari hari ini sampai selesai kegiatan kemah ini tidak terjadi hujan, demikian do’a beliau, amin.

kembar pi

Ada 15 tenda dan dua tenda raksasa serta 2 tenda panitia

Seluruh peserta selama dua malam harus bersabar dan menginap di dunia bebas dengan nuasa yang sangat alami. Lapangan Ngesrep ini terletak tidak jauh dari bandara Adi Sumarmo Solo, sehingga tiap ada pesawat yang lepas landas, suara gemuruh terdengar cukup kuat di tengah keheningan malam sekalipun. Malam ini sebenarnya masih kategori bulan purnama, karena status bulan masih di atas 90% piringan, namun karena cuaca masih mendung, berkas sinar rembulanpu akhirnya hanya tampak malu untuk menyinari wajah-wajah para santri yang masih panjang jangkauan masa depannya ini.

Selepas kegiatan shalat dan kultum, para santriwati melanjutkan kegiatan tadarus al-Qur’an sampai waktu Isya’. Pada jam 18.40 menit, Mudir beserta rombongan meninggalkan lokasi untuk kembali melaksanakan kegiatan pengajian rutin selasa malam di pondok.

Selasa (22/4) bertepatan dengan hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional santri kelas VI, santriwati unit Takhasus, MA, SMA dan SMK mengadakan kegiatan out door di lapangan Ngesrep Boyolali. Kegiatan ini direncanakan berlangsung Selama tiga hari dari tanggal 22-24 April 2008. Dalam kesempatan ini, Mudir didampingi Wadir melakukan kunjungan untukmelihatdaridekat kegiatan santriwati di lapangan terbuka.

Di sela-sela kegiatan para santriwati, Mudir PPMI Assalaam, Drs. H. Ma’ruf Rahmat beserta jajarannya mengadakan kunjungan dan menjadi imam shalat Magrib serta memberikan taushiyah tujuh menit. Shalat magrib berjamaah dilakukan di tengah-tengah lapangan beratap langit, berselimut udara yang sangat dingin apalagi langit terlihat mendung. Sesekali terdengan derungan pesawat terbang karena daerah ini sangat dengan Bandara Adisucipto.

sholat di kembar

Mudir menjadi Imam sholat maghrib berjamaah

Dalam tausiyahnya, setelah menycapkan syukur atas karunia Allah SWT dan bershalawat dan salam, Mudir menyampaikan bahwa pertama, kegiatan ini merupakan kegiatan yang sudah dipersiapkan dengan sebaik-baiknya dalam rangka menggembleng kedisiplinan dan kepribadian para santri. Kedua, mudir meminta semua peserta untuk menjunjung tinggi disiplin dan ketaatan kepada semua tata tertib yang ada serta senantiasa taat kepada setiap arahan dan perintah para Pembina dan ustadzah.

Ketiga, mudir meminta semua peserta kemah baik para santri maupun ustadzah untuk tetap sabar menghadapi semua peristiwa yang mungkin terjadi termasuk kemungkinan terjadinya hujan. Mudir menambahkan bahwa kalau hujan terjadi, diharapkan para santri bisa bernaung di kelas-kelas sekolah, tetapi semoga dari hari ini sampai selesai kegiatan kemah ini tidak terjadi hujan, demikian do’a beliau, amin.

kembar pi
Ada 15 tenda dan dua tenda raksasa serta 2 tenda panitia

Seluruh peserta selama dua malam harus bersabar dan menginap di dunia bebas dengan nuasa yang sangat alami. Lapangan Ngesrep ini terletak tidak jauh dari bandara Adi Sumarmo Solo, sehingga tiap ada pesawat yang lepas landas, suara gemuruh terdengar cukup kuat di tengah keheningan malam sekalipun. Malam ini sebenarnya masih kategori bulan purnama, karena status bulan masih di atas 90% piringan, namun karena cuaca masih mendung, berkas sinar rembulanpu akhirnya hanya tampak malu untuk menyinari wajah-wajah para santri yang masih panjang jangkauan masa depannya ini.

Selepas kegiatan shalat dan kultum, para santriwati melanjutkan kegiatan tadarus al-Qur’an sampai waktu Isya’. Pada jam 18.40 menit, Mudir beserta rombongan meninggalkan lokasi untuk kembali melaksanakan kegiatan pengajian rutin selasa malam di pondok.

Selasa (22/4) bertepatan dengan hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional santri kelas VI, santriwati unit Takhasus, MA, SMA dan SMK mengadakan kegiatan out door di lapangan Ngesrep Boyolali. Kegiatan ini direncanakan berlangsung Selama tiga hari dari tanggal 22-24 April 2008. Dalam kesempatan ini, Mudir didampingi Wadir melakukan kunjungan untukmelihatdaridekat kegiatan santriwati di lapangan terbuka.

Di sela-sela kegiatan para santriwati, Mudir PPMI Assalaam, Drs. H. Ma’ruf Rahmat beserta jajarannya mengadakan kunjungan dan menjadi imam shalat Magrib serta memberikan taushiyah tujuh menit. Shalat magrib berjamaah dilakukan di tengah-tengah lapangan beratap langit, berselimut udara yang sangat dingin apalagi langit terlihat mendung. Sesekali terdengan derungan pesawat terbang karena daerah ini sangat dengan Bandara Adi Sumarmo.

sholat di kembar

Mudir menjadi Imam sholat maghrib berjamaah

Dalam tausiyahnya, setelah menycapkan syukur atas karunia Allah SWT dan bershalawat dan salam, Mudir menyampaikan bahwa pertama, kegiatan ini merupakan kegiatan yang sudah dipersiapkan dengan sebaik-baiknya dalam rangka menggembleng kedisiplinan dan kepribadian para santri. Kedua, mudir meminta semua peserta untuk menjunjung tinggi disiplin dan ketaatan kepada semua tata tertib yang ada serta senantiasa taat kepada setiap arahan dan perintah para Pembina dan ustadzah.

Ketiga, mudir meminta semua peserta kemah baik para santri maupun ustadzah untuk tetap sabar menghadapi semua peristiwa yang mungkin terjadi termasuk kemungkinan terjadinya hujan. Mudir menambahkan bahwa kalau hujan terjadi, diharapkan para santri bisa bernaung di kelas-kelas sekolah, tetapi semoga dari hari ini sampai selesai kegiatan kemah ini tidak terjadi hujan, demikian do’a beliau, amin.

kembar pi

Ada 15 tenda dan dua tenda raksasa serta 2 tenda panitia

Seluruh peserta selama dua malam harus bersabar dan menginap di dunia bebas dengan nuasa yang sangat alami. Lapangan Ngesrep ini terletak tidak jauh dari bandara Adi Sumarmo Solo, sehingga tiap ada pesawat yang lepas landas, suara gemuruh terdengar cukup kuat di tengah keheningan malam sekalipun. Malam ini sebenarnya masih kategori bulan purnama, karena status bulan masih di atas 90% piringan, namun karena cuaca masih mendung, berkas sinar rembulanpu akhirnya hanya tampak malu untuk menyinari wajah-wajah para santri yang masih panjang jangkauan masa depannya ini.

GPS=-7.522263720656476,110.7445652699843 (by: GE)

Selepas kegiatan shalat dan kultum, para santriwati melanjutkan kegiatan tadarus al-Qur’an sampai waktu Isya’. Pada jam 18.40 menit, Mudir beserta rombongan meninggalkan lokasi untuk kembali melaksanakan kegiatan pengajian rutin selasa malam di pondok.

Satu Tanggapan

  1. […] dengan menghijrahkan adik2 kelas ke lokasi yang tidak akan mengganggu jalannya UN. Kembar atau Kemah Akbar, santriwan di Tawangmangu dan Santriwati di Ngesrep Colomadu […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: